Sebagai perguruan tinggi yang berakar pada tradisi pesantren, LPP ISQI Sunan Pandanaran mengembangkan paradigma penelitian yang memadukan kedalaman keislaman, ketajaman akademik, relevansi sosial, dan keterbukaan terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
show morePenelitian dipandang bukan semata-mata sebagai aktivitas akademik untuk menghasilkan karya ilmiah, tetapi sebagai bagian dari ikhtiar intelektual untuk membaca, memahami, dan memberikan solusi terhadap dinamika kehidupan. Karena itu, tradisi penelitian di ISQI diarahkan untuk mempertemukan khazanah keilmuan Islam dengan perkembangan ilmu pengetahuan kontemporer serta kebutuhan masyarakat.
Paradigma tersebut sejalan dengan karakter ISQI Sunan Pandanaran sebagai perguruan tinggi yang tumbuh dalam lingkungan pesantren. Nilai-nilai seperti keikhlasan, kedalaman ilmu, keteladanan, kemaslahatan, kemandirian, dan kepedulian sosial menjadi fondasi etik dalam pengembangan penelitian dan publikasi ilmiah.
Visi ISQI Sunan Pandanaran
“Pendidikan tinggi di pesantren yang unggul, mandiri, dan peduli dalam mensinergikan keilmuan dan kemasyarakatan.”
Visi tersebut menjadi arah strategis bagi pengembangan seluruh unsur kelembagaan, termasuk LPP, dalam membangun tradisi penelitian yang unggul secara akademik, mandiri dalam pengembangan keilmuan, serta memiliki keberpihakan terhadap kebutuhan dan kemajuan masyarakat.
Misi ISQI Sunan Pandanaran
Dalam mendukung pencapaian visi institusi, ISQI Sunan Pandanaran menetapkan tiga misi utama:
- Mensinergikan keunggulan akademik, nilai-nilai Al-Qur’an, dan kearifan lokal dalam penyelenggaraan pendidikan.
- Menyelenggarakan penelitian strategis yang mendorong perkembangan ilmu-ilmu kepesantrenan.
- Menjalankan pengabdian masyarakat untuk kemajuan paham ahlus sunnah wal jama’ah, melahirkan kader penggerak masyarakat, dan memajukan nilai-nilai sosial kemanusiaan.
Misi tersebut menjadi landasan bagi LPP dalam membangun sistem penelitian yang terintegrasi dengan pendidikan dan pengabdian kepada masyarakat sehingga menghasilkan pengetahuan yang tidak hanya memiliki nilai akademik, tetapi juga relevansi sosial dan kontribusi nyata bagi masyarakat.
show lessLembaga Penelitian dan Publikasi (LPP) Institut Studi Al-Qur’an dan Ilmu Keislaman (ISQI) Sunan Pandanaran Yogyakarta merupakan unsur pelaksana akademik yang memiliki mandat strategis dalam mengembangkan ekosistem penelitian, publikasi ilmiah, dan pengembangan keilmuan di lingkungan perguruan tinggi. LPP hadir sebagai bagian penting dari komitmen ISQI Sunan Pandanaran dalam membangun tradisi akademik yang berorientasi pada pengembangan ilmu pengetahuan, penguatan nilai-nilai Al-Qur’an, kepesantrenan, serta kemaslahatan masyarakat.
Read moreKeberadaan LPP tidak dapat dipisahkan dari sejarah panjang ISQI Sunan Pandanaran yang tumbuh dari rahim Pondok Pesantren Sunan Pandanaran (PPSPA), Yogyakarta. PPSPA merupakan pesantren tahfidz Al-Qur’an yang berdiri sejak tahun 1975 atas prakarsa KH. Mufid Mas’ud. Sejak awal berdirinya, PPSPA memiliki komitmen untuk mengembangkan pendidikan Al-Qur’an dan ilmu keislaman sekaligus membentuk generasi yang memiliki kedalaman spiritual, keluasan wawasan, dan kepedulian terhadap kehidupan sosial. Tradisi keilmuan tersebut kemudian berkembang melalui pendirian berbagai lembaga pendidikan formal hingga pada akhirnya melahirkan perguruan tinggi berbasis pesantren.
Pada tahun akademik 2012/2013, Yayasan PPSPA mendirikan Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Sunan Pandanaran sebagai respons terhadap kebutuhan masyarakat dan alumni akan pendidikan tinggi Islam yang mampu meneruskan tradisi intelektual Qur’ani. Pada tahap awal, STAI Sunan Pandanaran menyelenggarakan Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IAT) serta Ilmu Tasawuf (IT), kemudian berkembang dengan hadirnya Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI), Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI), dan Pendidikan Bahasa Arab (PBA).
Perkembangan kelembagaan, akademik, dan sumber daya manusia kemudian mengantarkan STAI Sunan Pandanaran bertransformasi menjadi Institut Studi Al-Qur’an dan Ilmu Keislaman (ISQI) Sunan Pandanaran. Transformasi tersebut menjadi tonggak penting dalam perjalanan kelembagaan karena memperluas ruang pengembangan pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta jejaring akademik. Dalam struktur kelembagaannya, ISQI Sunan Pandanaran menaungi Fakultas Ushuluddin, Fakultas Dakwah, dan Fakultas Tarbiyah.
Dalam konteks transformasi tersebut, LPP memiliki posisi strategis sebagai penggerak utama budaya penelitian dan publikasi ilmiah di lingkungan ISQI. LPP diarahkan untuk memastikan bahwa kegiatan penelitian tidak berhenti pada produksi pengetahuan, tetapi berkembang menjadi publikasi ilmiah yang berkualitas, relevan, terukur, dan memberikan kontribusi terhadap pengembangan ilmu pengetahuan serta penyelesaian berbagai persoalan masyarakat.
Show less
