Issue No. 08 2026
FGD Kajian Manuskrip: Ajaran Martabat Tujuh Dalam Dzat Al-Mutlaq
Lembaga Penelitian dan Publikasi (LPP) Institut Studi Al-Qur’an dan Ilmu Keislaman (ISQI) Sunan Pandanaran Yogyakarta menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) bertema “Ajaran Martabat Tujuh dalam Manuskrip Dzat al-Mutlaq: Telaah Tafsir Isyari” pada 8 Oktober 2026 di Smart Room ISQI
Kegiatan ini menghadirkan Asfaq Danial, M.Ag. dan Ahmad Wahyu Sudrajad, M.Hum. sebagai narasumber, dengan Nur Fadhilah sebagai pembawa acara. Forum dihadiri oleh Rektor ISQI Sunan Pandanaran, jajaran pimpinan Fakultas Ushuluddin dan Dakwah, Ketua LPP, perwakilan pimpinan lembaga, ketua dan sekretaris program studi, serta para dosen di lingkungan ISQI.
Kegiatan ini menghadirkan Asfaq Danial, M.Ag. dan Ahmad Wahyu Sudrajad, M.Hum. sebagai narasumber, dengan Nur Fadhilah sebagai pembawa acara. Forum dihadiri oleh Rektor ISQI Sunan Pandanaran, jajaran pimpinan Fakultas Ushuluddin dan Dakwah, Ketua LPP, perwakilan pimpinan lembaga, ketua dan sekretaris program studi, serta para dosen di lingkungan ISQI.
Diskusi berfokus pada konstruksi ajaran Martabat Tujuh dalam manuskrip Dzat al-Mutlaq serta penelusuran ayat-ayat Al-Qur’an yang menjadi landasan penafsiran isyari. Kajian ini membuka ruang akademik untuk memahami hubungan antara khazanah tasawuf, penafsiran Al-Qur’an, dan tradisi intelektual Islam melalui penelitian manuskrip.
Melalui pendekatan filologi, analisis isi, dan hermeneutika sufistik, kajian ini diharapkan dapat memperluas pengembangan penelitian terhadap manuskrip Nusantara serta memperkaya perspektif metodologis dalam studi keislaman.
Merawat khazanah intelektual Islam melalui riset manuskrip, dialog ilmiah, dan pengembangan keilmuan.
📍 Smartroom ISQI Sunan Pandanaran
📅 08 Oktober 2026
Website: https://lpp.isqisunanpandanaran.ac.id/newsletter/
Facebook: https://www.facebook.com/profile.php?id=61592828185873
Instagram: https://www.instagram.com/lppisqi.sp/
#ISQI #SunanPandanaran #KajianManuskrip #MartabatTujuh #DzatAlMutlaq #TafsirIsyari #StudiIslam #PenelitianDanPublikasi #BudayaAkademik
show less

Issue No. 07 2026
Membaca Arsitektur Makna Surah Al-‘Alaq: Ījāz, Iltifāt, dan Transformasi dari Ruang Privat ke Ruang Publik
Bagaimana struktur sebuah surah membangun dan mengarahkan makna?
Pertanyaan tersebut menjadi salah satu fokus dalam Focus Group Discussion (FGD) yang diselenggarakan pada 03 Oktober 2026 di Smartroom ISQI Sunan Pandanaran. Forum ini menghadirkan Arifah Nurtsania Ardiyanti, S.S., M.A. dan Muhammad Rifa’i, M.Hum. sebagai pemateri, dengan Khairani Dewi Wardah sebagai pembawa acara, serta dihadiri unsur pimpinan, ketua lembaga, dosen, dan mahasiswa di lingkungan ISQI Sunan Pandanaran.
show moreMengangkat tema “Dinamika Ījāz dan Iltifāt pada Poros Simetri (Ring Composition) Surah Al-‘Alaq: Studi Ilmu Balaghah terhadap Transformasi Ruang Privat ke Ruang Publik,” diskusi mengkaji Q.S. Al-‘Alaq ayat 1–19 melalui pola A–B–C–B′–A′ dengan kerangka ring composition Raymond Farrin.
Menariknya, ayat 6–8 ditempatkan sebagai poros makna yang menjadi titik balik antara penciptaan dan pengajaran menuju peringatan, konflik sosial, serta keteguhan beribadah. Pada bagian ini, kajian menyoroti dinamika ījāz sebagai pemadatan makna dan iltifāt sebagai peralihan perspektif sapaan yang memperkuat daya retoris teks.
Dari ruang personal menuju ruang sosial, kajian ini menunjukkan bagaimana pengalaman spiritual, kesadaran akan wahyu dan ilmu, serta kesadaran akan ar-ruj‘ā dapat dibaca sebagai landasan bagi keteguhan ibadah dan tanggung jawab sosial.
✨ Dari Iqra’ menuju sujud; dari kesadaran spiritual menuju tanggung jawab sosial.
Sebuah ikhtiar akademik untuk terus membaca Al-Qur’an secara struktural, linguistik, dan kontekstual.
📍 Smartroom ISQI Sunan Pandanaran
📅 03 Oktober 2026
Website: https://lpp.isqisunanpandanaran.ac.id/newsletter/
Facebook: https://www.facebook.com/profile.php?id=61592828185873
Instagram: https://www.instagram.com/lppisqi.sp/
#ISQISunanPandanaran #FGD #KajianAlQuran #StudiAlQuran #IlmuBalaghah #Balaghah #SurahAlAlaq #I’jaz #Iltifat #RingComposition #QuranicStudies #KajianIslam #Penelitian #BudayaAkademik #Dosen #Mahasiswa
show lessIssue No. 06 2026
FGD LPP ISQI Sunan Pandanaran: Membaca Transformasi Perilaku Audiens dalam Dakwah Digital
Lembaga Penelitian dan Publikasi (LPP) ISQI Sunan Pandanaran kembali menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) pada 26 September 2026 di Smartroom ISQI Sunan Pandanaran.
show moreMengangkat tema “Perilaku Audiens dalam Mengakses Konten Media Dakwah di Media Digital: Analisis Preferensi Jamaah Majlis Taklim Al Jauharah”, FGD menghadirkan Hj. Nana Najiyah, M.P.A. sebagai pemateri dan diikuti oleh unsur pimpinan, ketua lembaga, dosen, serta mahasiswa ISQI Sunan Pandanaran.
Diskusi mengkaji perubahan perilaku audiens dalam mengakses dan mengonsumsi konten dakwah di ruang digital, khususnya pada kelompok digital immigrants. Kajian menunjukkan meningkatnya preferensi terhadap format video digital, namun akses dakwah melalui media sosial tidak serta-merta menggantikan pembelajaran keagamaan secara langsung.
Menariknya, majelis taklim semakin memiliki posisi strategis sebagai social clearing house—ruang klarifikasi dan verifikasi informasi keagamaan. Di tengah beragamnya informasi di internet, jamaah tetap menjadikan guru atau pengasuh majelis taklim sebagai rujukan dalam melakukan tabayyun, menjaga sanad keilmuan, dan memperoleh kepastian dalam memahami informasi agama.
Temuan ini menegaskan bahwa digitalisasi dakwah bukan sekadar perubahan medium, tetapi juga perubahan pola relasi antara media, audiens, dan otoritas keagamaan.
LPP ISQI Sunan Pandanaran terus mendorong forum ilmiah sebagai ruang dialog, pengembangan pengetahuan, dan penguatan tradisi riset yang responsif terhadap dinamika masyarakat.
📚 Advancing Knowledge Through Research, Publication, and Innovation
Website: https://lpp.isqisunanpandanaran.ac.id/newsletter/
Facebook: https://www.facebook.com/profile.php?id=61592828185873
Instagram: https://www.instagram.com/lppisqi.sp/
#LPPISQI #ISQISunanPandanaran #FGD #Penelitian #Publikasi #DakwahDigital #MediaDigital #LiterasiDigital #MajelisTaklim #Tabayyun #KajianIslam #RisetIslam #Akademik #PerguruanTinggi
show less

Issue No. 05 2026
FGD LPP ISQI | Haji Gen Z dan Transformasi Komunikasi Digital
Bagaimana Generasi Z mengalami, memaknai, dan membangun relasi sosial-keagamaan selama pelaksanaan ibadah haji di tengah ekosistem komunikasi digital?
Pertanyaan tersebut menjadi bagian penting dalam Focus Group Discussion (FGD) Lembaga Penelitian dan Publikasi (LPP) ISQI Sunan Pandanaran Yogyakarta yang menghadirkan Arina Rahmatika, M.Sos. sebagai narasumber dengan tema: “Haji Gen Z: Studi Fenomenologi Komunikasi Jamaah Haji Gen Z melalui WhatsApp Group.”
show moreMelalui pendekatan fenomenologi, kajian ini melihat WhatsApp Group bukan sekadar medium pertukaran pesan, tetapi sebagai ruang sosial dan keagamaan tempat jamaah berbagi pengetahuan, pengalaman, dukungan emosional, serta membangun rasa kebersamaan selama perjalanan haji.
Menariknya, komunikasi digital turut memperlihatkan terbentuknya digital togetherness: sebuah pengalaman kebersamaan yang memungkinkan jamaah tetap merasa hadir dan terhubung meskipun berada dalam lokasi maupun aktivitas yang berbeda. Pengalaman personal yang dibagikan dalam ruang digital juga dapat berkembang menjadi memori kolektif dan bagian dari pemaknaan keberagamaan jamaah.
FGD ini menjadi ruang akademik untuk mempertemukan riset, komunikasi Islam, pengalaman keberagamaan, dan dinamika Generasi Z dalam konteks masyarakat digital. Diskusi sekaligus membuka perspektif mengenai pentingnya pengembangan komunikasi keagamaan yang partisipatif, responsif, dan berorientasi pada pengalaman jamaah.
LPP ISQI Sunan Pandanaran
Advancing Knowledge Through Research, Publication, and Innovation.
#LPPISQI #ISQISunanPandanaran #NewsletterLPP #FGD #HajiGenZ #GenerasiZ #KomunikasiIslam #KomunikasiDigital #WhatsAppGroup #Fenomenologi #RisetIslam #Penelitian #PublikasiIlmiah #Akademik #CivitasAkademika #SunanPandanaran
show lessIssue No. 04 2026
LPP ISQI Sunan Pandanaran Diskusikan Metode Demonstrasi dalam Pembelajaran Tari pada Jenjang Pendidikan Dasar
Lembaga Penelitian dan Publikasi (LPP) Institut Studi Al-Qur’an dan Ilmu Keislaman (ISQI) Sunan Pandanaran kembali menyelenggarakan forum diskusi ilmiah pada 3 September 2026 di Ruang Smartroom ISQI Sunan Pandanaran, Yogyakarta. Dalam kegiatan tersebut, Fan Naa Na Muhammad, M.Pd. mempresentasikan hasil penelitian berjudul “Penerapan Metode Demonstrasi dalam Pembelajaran Ekstrakurikuler Tari pada Jenjang Pendidikan Dasar.” Acara yang dipandu oleh Ira Aghnia selaku MC ini dihadiri oleh Rektor, Ketua LPP, Wakil Dekan Fakultas Ushuluddin dan Dakwah, Kaprodi dan Sekprodi KPI, serta para dosen di lingkungan ISQI Sunan Pandanaran.
show moreDalam pemaparannya, Fan Naa Na Muhammad menjelaskan bahwa pembelajaran tari pada jenjang pendidikan dasar memerlukan metode yang sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan peserta didik. Metode demonstrasi menjadi pendekatan yang relevan karena memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengamati, menirukan, memahami, dan mempraktikkan gerakan secara langsung. Proses tersebut berhubungan dengan penguasaan tiga unsur fundamental dalam seni tari, yaitu wiraga, wirama, dan wirasa. Wiraga menekankan ketepatan dan penguasaan gerak tubuh, wirama berkaitan dengan kesesuaian gerak terhadap irama, sedangkan wirasa berhubungan dengan penghayatan dan ekspresi. Melalui demonstrasi, siswa tidak hanya belajar teknik tari, tetapi juga mengembangkan aspek motorik, terutama koordinasi, kelenturan, keseimbangan, dan ketepatan gerak, serta aspek kognitif melalui kemampuan mengamati, memahami urutan gerakan, mengingat pola, dan menerapkan instruksi dalam praktik.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi pada kegiatan ekstrakurikuler tari di MI Sunan Pandanaran. Diskusi tersebut menegaskan bahwa pembelajaran ekstrakurikuler tari memiliki fungsi yang lebih luas daripada sekadar penguasaan keterampilan seni. Pembelajaran tari dapat menjadi ruang pengembangan kemampuan motorik, kognitif, kreativitas, kepekaan estetis, serta pemahaman terhadap nilai-nilai budaya. Dengan demikian, penerapan metode demonstrasi diharapkan mampu menciptakan proses pembelajaran yang lebih kontekstual dan efektif, sehingga siswa dapat mengintegrasikan ketepatan gerak (wiraga), keselarasan irama (wirama), dan kedalaman penghayatan (wirasa) dalam perkembangan kemampuan seni dan pembentukan potensi dirinya.
show less

Issue No. 03 2026
FGD LPP ISQI Sunan Pandanaran: Meneguhkan Otoritas Keilmuan yang Inklusif dalam Tradisi Hadis
Lembaga Penelitian dan Publikasi (LPP) Institut Studi Al-Qur’an dan Ilmu Keislaman (ISQI) Sunan Pandanaran kembali menyelenggarakan forum akademik melalui Focus Group Discussion (FGD) pada 28 Agustus 2026 di Ruang Multipurpose ISQI Sunan Pandanaran.
show moreForum kali ini menghadirkan Dr. Zunly Nadia, M.A. yang mempresentasikan hasil penelitian berjudul:
“Disability and Scholarly Authority in the Hadith Tradition: A Study of Disabled Transmitters in the Kutub al-Tisʿah.”
Penelitian ini menghadirkan perspektif penting dalam studi hadis dengan menempatkan penyandang disabilitas sebagai bagian dari sejarah intelektual dan transmisi pengetahuan Islam. Melalui penelitian kepustakaan, pendekatan historis, dan analisis terhadap Kutub al-Tisʿah serta literatur rijāl al-ḥadīth, penelitian tersebut mengidentifikasi 91 periwayat hadis penyandang disabilitas dari 8.222 periwayat.
Beragam alqāb, seperti al-Aʿmā, al-Ḍarīr, al-Makfūf, al-Aṣamm, dan al-Aʿraj, menunjukkan bahwa penyandang disabilitas telah hadir dalam jaringan transmisi hadis dan turut berkontribusi terhadap produksi, preservasi, pengajaran, serta transmisi pengetahuan keislaman.
Temuan ini sekaligus memberikan refleksi kritis bahwa otoritas keilmuan tidak semata-mata ditentukan oleh kondisi fisik, tetapi oleh kompetensi intelektual, kredibilitas, integritas, dan kontribusi seseorang dalam membangun serta mentransmisikan pengetahuan.
Dengan demikian, penelitian ini tidak hanya memperkaya khazanah studi hadis, tetapi juga membuka ruang bagi pengembangan historiografi intelektual Islam yang lebih inklusif, adil, dan berperspektif kemanusiaan. Bagi perguruan tinggi Islam, perspektif ini menjadi penting dalam membangun ekosistem akademik yang menghargai keberagaman kemampuan dan menempatkan setiap individu sebagai subjek pengetahuan.
Riset yang inklusif bukan sekadar menghadirkan perspektif baru, tetapi juga mengoreksi cara kita membaca sejarah, pengetahuan, dan otoritas.
LPP ISQI Sunan Pandanaran, 28 Agustus 2026, Forum Akademik/FGD Penelitian.
show lessIssue No. 02 2026
Dari Knowing Arabic ke Using Arabic: Menakar Kompetensi Bahasa Arab Mahasiswa PBA ISQI Sunan Pandanaran
Bahasa bukan sekadar pengetahuan, melainkan kompetensi yang harus diwujudkan dalam praktik.
Lembaga Penelitian dan Publikasi (LPP) Institut Studi Al-Qur’an dan Ilmu Keislaman (ISQI) Sunan Pandanaran kembali menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) pada 20 Agustus 2026 di Ruang Multipurpose ISQI Sunan Pandanaran, Yogyakarta.
show moreFGD menghadirkan Dr. Toni Pransiska, M.Pd. sebagai pemantik diskusi dengan mengangkat kajian akademik berjudul:
“Benarkah Mahasiswa (PBA khususnya) ISQI Sunan Pandanaran Telah Mencapai Kompetensi Berbahasa?: Dari Knowing Arabic ke Using Arabic.”
Kajian ini berangkat dari persoalan fundamental dalam pembelajaran bahasa Arab, yakni adanya kesenjangan antara pengetahuan kebahasaan (linguistic knowledge) dan kemampuan aktual menggunakan bahasa (language performance).
Mahasiswa PBA mempelajari berbagai aspek seperti Nahwu, Sharaf, Mufradat, Kalam, Qira’ah, dan Kitabah, serta memperoleh paparan bahasa Arab melalui lingkungan pesantren dan asrama. Namun, penguasaan sistem bahasa secara teoritis belum selalu berbanding lurus dengan kemampuan komunikatif dalam situasi nyata.
Kondisi tersebut menunjukkan adanya Knowledge–Performance Gap, yaitu jarak antara knowing Arabic dan using Arabic. Karena itu, orientasi pembelajaran perlu bergerak dari sekadar penguasaan materi menuju kompetensi yang autentik, aplikatif, dan terukur.
FGD juga menegaskan pentingnya membangun ekosistem pembelajaran bahasa Arab yang integratif antara kampus dan pesantren. Optimalisasi PSBT, penguatan peran HMP PBA, dukungan kebijakan kelembagaan, serta sistem monitoring dan evaluasi berbasis data menjadi bagian penting dalam memastikan proses pembelajaran benar-benar menghasilkan capaian kompetensi.
Dengan demikian, FGD ini tidak berhenti pada evaluasi kemampuan mahasiswa, tetapi menjadi ruang refleksi akademik dan pengembangan mutu untuk memperkuat kekhasan pendidikan bahasa Arab di ISQI Sunan Pandanaran.
show less

Issue No. 01 2026
NEWSLETTER LPP ISQI EDISI PERDANA RESMI TERBIT
Budaya akademik yang unggul dibangun melalui tradisi diskusi, riset, publikasi, dan kolaborasi yang berkelanjutan. Melalui Newsletter LPP ISQI Edisi No. 01 Tahun 2026, Lembaga Penelitian dan Publikasi (LPP) Institut Studi Al-Qur’an dan Ilmu Keislaman (ISQI) Sunan Pandanaran Yogyakarta menghadirkan dokumentasi aktivitas ilmiah sekaligus ruang diseminasi gagasan bagi sivitas akademika dan masyarakat.
show moreEdisi perdana ini mengangkat kegiatan Focus Group Discussion (FGD) yang membahas transformasi ekosistem usaha pesantren melalui digitalisasi dan penguatan manajemen komunikasi sebagai bagian dari pengembangan proposal Pengabdian kepada Masyarakat (PkM).
Forum ini menjadi wujud komitmen LPP ISQI dalam memperkuat kualitas penelitian dan pengabdian yang berbasis kebutuhan masyarakat, berorientasi pada inovasi, serta memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan pesantren dan pemberdayaan umat.
Semoga newsletter ini menjadi media informasi ilmiah yang inspiratif, memperluas jejaring kolaborasi akademik, serta mendorong lahirnya penelitian, publikasi, dan pengabdian yang berkualitas. Kritik, saran, dan kolaborasi dari berbagai pihak akan menjadi energi penting dalam membangun ekosistem keilmuan yang semakin produktif dan berdampak.
show less