-
0 Comments
Landasan Filosofis
Sebagai perguruan tinggi yang berakar pada tradisi pesantren, LPP ISQI Sunan Pandanaran mengembangkan paradigma penelitian yang memadukan kedalaman keislaman, ketajaman akademik, relevansi sosial, dan keterbukaan terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
show morePenelitian dipandang bukan semata-mata sebagai aktivitas akademik untuk menghasilkan karya ilmiah, tetapi sebagai bagian dari ikhtiar intelektual untuk membaca, memahami, dan memberikan solusi terhadap dinamika kehidupan. Karena itu, tradisi penelitian di ISQI diarahkan untuk mempertemukan khazanah keilmuan Islam dengan perkembangan ilmu pengetahuan kontemporer serta kebutuhan masyarakat.
Paradigma tersebut sejalan dengan karakter ISQI Sunan Pandanaran sebagai perguruan tinggi yang tumbuh dalam lingkungan pesantren. Nilai-nilai seperti keikhlasan, kedalaman ilmu, keteladanan, kemaslahatan, kemandirian, dan kepedulian sosial menjadi fondasi etik dalam pengembangan penelitian dan publikasi ilmiah.
Visi ISQI Sunan Pandanaran
“Pendidikan tinggi di pesantren yang unggul, mandiri, dan peduli dalam mensinergikan keilmuan dan kemasyarakatan.”
Visi tersebut menjadi arah strategis bagi pengembangan seluruh unsur kelembagaan, termasuk LPP, dalam membangun tradisi penelitian yang unggul secara akademik, mandiri dalam pengembangan keilmuan, serta memiliki keberpihakan terhadap kebutuhan dan kemajuan masyarakat.
Misi ISQI Sunan Pandanaran
Dalam mendukung pencapaian visi institusi, ISQI Sunan Pandanaran menetapkan tiga misi utama:
- Mensinergikan keunggulan akademik, nilai-nilai Al-Qur’an, dan kearifan lokal dalam penyelenggaraan pendidikan.
- Menyelenggarakan penelitian strategis yang mendorong perkembangan ilmu-ilmu kepesantrenan.
- Menjalankan pengabdian masyarakat untuk kemajuan paham ahlus sunnah wal jama’ah, melahirkan kader penggerak masyarakat, dan memajukan nilai-nilai sosial kemanusiaan.
Misi tersebut menjadi landasan bagi LPP dalam membangun sistem penelitian yang terintegrasi dengan pendidikan dan pengabdian kepada masyarakat sehingga menghasilkan pengetahuan yang tidak hanya memiliki nilai akademik, tetapi juga relevansi sosial dan kontribusi nyata bagi masyarakat.
show less